Media Graha Muslim

www.grahamuslim.com

Media Graha Muslim

www.grahamuslim.com

Media Graha Muslim

www.grahamuslim.com

Media Graha Muslim

www.grahamuslim.com

Jumat, 23 Maret 2012

Pola Hidup Rasulullah SAW

Kesehatan merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya sebagai salah satu kebutuhan setiap manusia. Dalam melakukan segenap aktivitas keseharian seseorang akan menghadapi hambatan yang lebih beragam, jika kondisi fidiknya tidak sehat. Nikmat sehat makin terasa dibutuhkan seiring dengan makin bertambahnya kesibukan seseorang. Agar kesibukan dapat bernilai ibadah selayaknya seorang muslim memandang penting masaah kesehatan. Bahkan ada seorang ulama yang menganjurkan agar setiap muslim hendaknya melakukan check up untuk menjaga kesehatannya setiap bulan (Jika mampu

Rasulullah sangat jarang mengalami sakit, meskipun banyak aktivitas (memberi nasehat), kurang tidur dan sering menghadapi hal-hal yang sangat menekan perasaan.Konon, selama hidupnya Rasulullah hanya sakit dua kali. Yaitu saat menerima wahyu pertama).,ketika itu beliau mengalamiketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat . Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebh dari dua kali.

Mengapa Rasulullah jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripadapengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyakpetunjuk yang mengarah pada upayapencegahan. Hal itu mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli pada kesehatan. Dalam shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadist yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih muslim, Sunan abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, ahmad, dsb.ada beberapa kebiasan Rasulullah Muhammad SAW yang menjadikan beliau sangat sehat lahir batin.

Tidur Ala Rasul

Ajaran Islam sebagai ajaran yang menyeluruh, memberikan tuntunan disegala sisis keidupan manusia,tidak terkeculai dalamhal tidur. Sebelu tidur biasakan memebersihkan diri dengan berwudhu’ danbersiwak (mengosok gigi). Meskipun cumatidur bukan berarti seenaknya saja. Tidurlah dengan pakaian yang pantas, jangan pakaian yang menyiksa raga seperti ketat dan menyesakan sehinggga mengganggu ketentraman tidur. Ada abiknya sebelum tidur membersihkan tempat tidur agas sangat nyaman. Jangan sampai lupa berdoa dan berdzikir. Dengan berdoa dan berzikir Insya Allah terhindar dari mimpi buruk.

Kita di anjurkan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Rasulullah selalu mengajak umatnya agar selalu bangun sebelum waktu subuh serta melaksanakan sholat shubuh di masjid. Selain mendapat pahala, dengan berjalan ke masjid, kita akan menghirup udara subuh yang segar dan mengandung zat asam. Karena itu orang yang suka bangun sukar dihinggapi penyakit parupar (TBC), disamping itu, udara subuh dapat memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

Nabi bersabda :
“Sholat subuh tepat pada waktunya lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya”(Al-Hadist).

Keuntungan yang akan diperoleh adalah badan sehat, otak cerdas,penghidupan lapang dan mendapatkan kebaikan di dunia akhirat. Sebelum tidur dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana Rasulullah mencontoh doa sebelum tidur :
Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati” (HR Bukhari-Muslim).

Kemudian doa bangun tidur :
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami. Dan kepadaNyakita semua berkumpul” (HR Bukhari)

Prinsipnya, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bagun pada pertenganhan malam kedua. Biasanya Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu dan berwudhu dan sholat sampai waktu diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri utnuk tidur sekedr yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F.Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan I Jepang dan di AS selama enam tahun dengan responden berusia 30 sampai dengan 120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang bisa tidur 67 jam sehari. Nah Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jasi beliau tidur tidak lebih dati 8 jam.

Cara tidur pun sarat makna. Ibnu qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh kea rah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Tekadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri sebentar,untuk kemudian kembali ke sebeah kanan. Tidur seperti ini merupakan tdur paling efisien. Padasaat makanan bias berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebalah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebh cepat karena lambung mengarah ke liver, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat teruplaike lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk sholat malam.

Makan Ala Rasul

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31:
Hai anak Adam, kenakan pakaianmu yangindah disetiap memasukimasjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan.

Hal senada dapat ditemukan isurat Al Baqarah 168:
Hai sekalian manusia makan-makanlah yang halal lagi baik dariapa yang terdapatdi bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.”

Sesungguhnya pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila Rasul memberi perhatian besar dalam masalah ini.

Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib. Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum musimin harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup.

Prinsip kedua seimbang,sederhanan dan tak berlebihan. Nabi menjelaskan:
Dalam tubuhmu ada tiga ruang buat tiga benda: sepertiga ruangan untuk udara, sepertiga ruangan untuk air, dan sepertiga lagi untuk makanan” (alhadist).
Beliau juga mnyatakan:
Kami adalah kaum yang tidak makan sebelummerasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim)

Prinsip ketiga berpuasa. Sebulan dalam setahun, umat Islam diwajibkan bukan saja dengan mencapaiketaqwaan tetapi juga ksehatannya dapat terjaga.
Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu”(HR Bukhari)

Selain diajarkan juga kepada kita agarsenantiasa berdo’a baik sebelum maupun sesudah makan.
Doa sebelum makan:
“Ya Allah, berkahilah untuk kami, pada apa yang telah Engkau rizkikan kepada kami, dan periharalah kami dari api neraka”(Al Hadist).
Doa sesudah makan:
Segala pji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kami, serta menjadikan kami orang-orang musilim”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Olahraga Ala Rasul

Olahraga merupakan kegiatan menggerakan seluruh anggota tubuh secara teratur, sehingga otot-otot menjadi kuat, persendian tidak kaku, dan aliran darah berjalan lebih lancar ke semua jaringan dan organ-organ tubuh. Rasulullah SAW menganjurkan semua muslim berolahraga secara rutin sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kegeran jasmani. Sabda beliau : “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah” (HR.Dailami).

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menunjang perkembangan jiwa. Meningkatkan ketrampilan dan pertumbuhan badan.selain untuk menjaga stamina,olahraga berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Dalam keseharian, bila perjalanan jarakpendek, Rasullah selalu berjalan kaki, yaitu dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasa dan dari pasar ke rumah-rumah sahaba. Bahkan beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam pahlawan di Baqi sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baikpada waktu terik matahari maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja. Sebab ketika berjalan kaki keringat mengalir di sekjur badan, pori-pori kulit terbuka dan peredaran darah berjalan nomal sehingga terhindar dari penyakit jantung. Ingatlah mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Aktif Menjaga Kebersihan

Beliau senantiasa nampak rapi dan bersih walaupun pakaian yang Beliaumiliki tak lebih dari dua salinan. Tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada sorbannya. Sedang gamisnya selalu putih bersih. Tiap hari kamis atau jumat beliau mencukur rambut-rambut halus yang tumbuh di bagian pipi. Kuku juga dipotong setiap pekan. Rambut yang panjang selalu tersisir rapi pada waktu tertentu, beliau mengoleskannya dengan sejenis minyak wangi. Gigi beliau putih dan berbaris rapi.
Beliau bersabda:
Gosoklah gigimu berulang-ulang sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai Allah” (Alhadist)
Rasulullah menggosok gigi bukan hanya setelah bangun tidur tapi juga setiap habis makan dan setiap hendak sholat. Pada hari jumat disunahkan untuk mandi sebelum pergi ke masjid. Nabi bersabda:
Mandi hari jumat adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman”(HR Muslim).
Bukan saja dikala hendak melakukan sholat, diluar sholat pun setiapmuslim harus memperhatikan kebersihan diri. Rasulullah menjaga kebersihan bukan hanya karena ingin sehat tapi juga merindukan kasih saying Allah.

Tidak Pemarah

Suatu riwayat menceritakan bahwa seorang untusan dari Bani Nadhir menemui Rasulullah untuk minta nasehat yang pendek dan dengan melaksanakan nasehat pendek itu, ia ingin masuk surga sehingga terlepas dari siksa neraka. Nabi memberi nasehat pendek.
"Jangan Pemarah"
"Ulangi nasehatmu ya Rasulullah!"
"Jangan Pemarah"
Sekali lagi ya Rasulullah!"
"Jangan pemarah"
Siapa yang tidak pemarah hatinya aka tenteram, jika rasa marah tumbuh segeralah dihilangkan dengan :
- Merubah gerakan, misalnya jika marah timbul ketika sedang berdiri maka duduklah dan sebaliknya
-Segeralah berwudhu
Mengerjakan sholat sunah dua rakaat

Taka Pernah Iri Hati

Iri hati adalah saudara kandung dari buruk sangka. Misal, timbul kecemasan dan kegelisahan dalam diri seseorang jika temannya memperoleh kehidupan yang lebih baik atau pangkat yang lebih tinggi. Hati Rasulullah selalu tenteram dan tak pernah membenci siapapun. Beliau bersabda:
"Tak kan masuk surga siapa pun yang gemar memburuk-burukan nama orang lain".(HR. Abu Dawud)
Hanya dalam dua hal unmat Islam boleh bersikap iri. Sabda Rasul :
"Tak bileh bersikap iri kecuali dalam dua hal. Pertama terhadap orang yang memiliki kekayaan dan mempergunakannya untuk menegakan yang haq. Kedua terhadap orang yang memiliki pengetahuan dan rajin menyebarkannya pengetahuannya itu kepada orang banyak" (HR.Bukhari)

Adanya keimanan dalam diri seseorang akan memiliki sikap hidup ikhlas dan sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar akan menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan sebutan stres. Apabila stres telah menghinggapi seseorang maka dia akan menjadi lemah yang akhirnya mudah terserang penyakit. Allahu a'lam.

Risalah Aqiqah

Risalah Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang dilahirkan. Saat anak kita lahir, Rasulullah SAW menuntunkan untuk member nama yang bagus dan menyelenggarakan aqiqah. Kita dianjurkan untuk menyembelih kambing sebagai bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas lahirnya anak kita, sekaligus sebagai doa semoga anak ini kelak menjadi manusia yang member bobot kepada bumi dengan kalimat Laa ilaha illallah. Begitu pentingnya kedudukan aqiqah, sampai-sampai Rasulullah SAW menyatakan dengan ungkapan bahwa anak kita tergadai dan tebusannya adalah dengan menyembelih kambing.

Dalil disyariatkannya Aqiqah
  1. Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya anak itu diaqiqahi, maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit darinya (dengan mencukurnya)” (HR. Bukhori)
  2. Rasulullah SAW bersabda : “bagi anak laki-laki disembelih 2 ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan disembelih 1 ekor kambing (HR. Imam Ahmad & Tirmidzi)
  3. Rasulullah SAW bersabda tentang aqiqah : “setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan (baginya) pada hari yang ketujuh dan hari kelahirannya, dicukur kepalanya dan diberi nama. (HR. Tirmizi, An-Nasai, dan ibnu Majah)

Hukum Aqiqah
Mengaqiqahi anak itu adalah sunnah dan dianjurkan. Ini menurut kebanyakan imam dan ahli fiqih seperti Imam malik, Imam syafi’I, Imam Ahmad, Ishaqi Abu Tsaur. Oleh karena itu hendaklah orang tua melakukannya jika memang memungkinkan dan mampu menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, sehingga ia menerima keutamaan pahala dari Allah SWT, dapat menambah kasih saying, keselamatan, dan mempererat tali ikatan social antara kaum kerabat dan keluarga, tetangga, dan handai taulan, yaitu ketika menghadiri walimah aqiqah sebagai turut merasakan kegembiraan atas kelahiran sang anak untuk menghirup udara segar dunia.

Kambing Untuk Aqiqah
Mengenai jenis kelamin binatang aqiqah, tidak ada perbedaan jantan atau betina. Keduanya dibolehkan, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya : “Dari Ummu Kiraz al-Ka’biyyah radhiyallah ‘anha, dia berkata, ‘Aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Untuk anak laki-laki dua ekor domba, dan untuk anak perempuan satu ekor domba. Tidak masalah, apakah jenis domba itu jantan atau betina.” (HR. Imam Abu Dawud)

Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Hadis Abdillah bin Wahab, dari Aisyah R.A. bahwasanya ia berkata : Rasulullah SAW telah mengaqiqahi Hasan dan Husein pada hari ketujuh (dari Kelahiran mereka), Menamakan mereka, dan memerintahkan menjauhkan penyakit dari kepala (mencukur mereka). Tetapi ada pendapat yang menunjukkan bahwa keterikatan dengan hari ketujuh, keempat belas, kedua puluh satu, bukan suatu keharusan, melainkan hanya suatu anjuran, karena bisa juga hari yang lain.

Pembagian Daging Hasil Aqiqah
Seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat dan tetangga (baik muslim atau non muslim). Akan tetapi, lebih utama kalau diamalkan semuanya, karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang ikut enikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan akan membuat saling mencintai antar sesame teman, tetangga dan karib kerabat.

Hikmah Aqiqah
  1. Aqiqah itu merupakan suatu korban yang akan mendekatkan anak kepada Allah SWT pada awal menghirup udara kehidupan dunia
  2. Aqiqah merupakan suatu pengorbanan bagi anak dari berbagi musibah dan kehancuran, sebagaimana Allah telah mengorbankan Ismail dengan penyembelihan yang besar
  3. Aqiqah itu menumpahkan rasa gembira dengan melaksanakan syariat Islam dan keluarnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak keturunan umat Rasulullah SAW pada hari kiamat
  4.  Aqiqah itu akan mempererat tali ikatan cinta di antara anggota masyarakat, sebab mereka berkumpul di meja makan dengan penuh kegembiraan untuk menyambut kedatangan anak baru.

Catatan Al Qur'an dan Hadits
  1.   “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim : 7)
  2. Ketika Fatimatuzzahra putrid Nabi SAW melahirkan putranya Al-Hasan, Rasulullah SAW bersabda: “Hai Fatimah, cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya.”
  3. Barang siapa menolak hadirnya anak dalam keluarganya dan mencela di dunia ini, maka Allah akan membuka lebar-lebar aib-aibnya di hari kiamat nanti di hadapan para makhluk, sesuai dengan perbuatannya di dunia (HR Ahmad & thabrani)
  4. Al Husain pernah mengajarkan kepada seseorang untuk mengucapkan tahniah (ucapan selamat) “ucapkanlah!, ‘semoga Allah memberkahimu atas anak yang dianugrahkan kepadamu, dan semoga engkau bersyukur kepada Tuhanmu yang menganugrahinya, dan semoga bayi itu tumbuh sampai dewaa serta engkau diberi rezeki kebaktiannya.
  5. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap penggembala (pemimpin) atas apa yang ia gembalakan. Apakah ia telah memelihara ataukah menghilangkannya. Bahkan Allah akan meminta pertanggungjawaban seseorang atas keluarganya (HR Ibnu Hibban)
  6. Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling disukai oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Mha Agung adalah Abdullah dan Abdurrahman (HR Bukhari & Muslim)
  7. Telah dilahirkan seorang bayi laki-lai salah seorang diantara kami, lalu ia menamainya al-Qosim, maka kami mengatakan, ‘kami tidak akan memberikanmu julukan  (kunyah) Abdul Qosim, tidak pula Karamah,’ lalu ia menceritakan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda : “namailah anakmu dengan Abdurrahman.” (HR Bukhari & Muslim)
  8. Sesungguhnya yang paling hina disisi Allah SWT ialah seorang laki-laki yang diberi nama Malikul Amlak (Raja diRaja).” (HR. Bukhari & Muslim)